AKU
Aku adalah mentari yang menghangatkan
Aku adalah hujan, pembawa berkah dan pesan
Aku adalah bulan, bersinar lembut dan menenangkan
Aku adalah bintang penunjuk arah
Aku adalah bebatuan alam, saksi bisu
Aku adalah air pemberi kehidupan
Aku adalah gunung sumber kedamaian
Aku adalah padang rumput hijau pemberi makanan
Aku adalah hutan tropis, sumber kekayaan
Aku adalah kabut, yang memberi perlindungan
Aku adalah udara tanpa rasa
Aku adalah angin menyejukkan
Aku adalah tanah tempatmu berpijak
Aku adalah jawaban
Pada akhir nantinya
Akulah jawabanmu¦..
Saat bintang tak tampak bersinar..
Sinarku kan temanimu
Saat kau goyah di tengah ketidakpastian..
Aku kan menjadi pijakkanmuâ
Aku kan di sini menunggumu..
Sementara kau berkelana dengan waktu..
Sampai hari itu tibaĆ¢€¦
Dimana pagi membangunkan tidurmu..
Dimana malam tak bersahabat telah pergi kau tinggalkan
Saat itu..
Kita kan bersama sama di tempat tersebut
Dimana kita yang terpisah disatukan kembali..
Menjadi bagian dari unsur dunia seutuhnya
Aku bagian dari alamat
Dan kupercaya
Dirimu juga bagian dari semua itu
Semua tentang aku
Ingatkah kau dengan hujan pagi itu?
Saat aku dan kau bertemu pada satu masa
Dimana mata kita saling beradu pandang
Dengan segala rasa yang kita miliki
Saat aku dan kau bertemu pada satu masa
Dimana mata kita saling beradu pandang
Dengan segala rasa yang kita miliki
Sejak saat itu,
Kau tak hadir lagi dalam hidupku
Aku kehilangan senyummu…
Kehilangan sapamu…
Kehilangan candamu…
Kau tak hadir lagi dalam hidupku
Aku kehilangan senyummu…
Kehilangan sapamu…
Kehilangan candamu…
Hujan boleh saja mereda dalam senja-Nya
Tapi rinduku takkan pernah berhenti
Pada dirimu yang selalu kunanti
Tapi rinduku takkan pernah berhenti
Pada dirimu yang selalu kunanti
Saat kusapa lembut dirimu dalam kesendirian
Saat kusapa lembut dirimu dalam kesendirian...
kau terpana dan memandangku dengan ceria
menatapku dalam pandang yang bersemangat
penuh optimistis mengajakku untuk bersahabat
kau raih jabat tangan eratku yang santun
kusebutkan namaku...kau pun begitu
saat itu... aku tertarik pada binar bola matamu yang cantik
juga pribadimu ....yang lincah dan pintar
Saat di kampus biru yang lalu
saat di teras Balairung...kau tampak sendirian membaca buku
aku pun demikian ...asyik membaca buku untuk ujian semesteran
kau dan aku saling berpandang mata tanpa jawab
terdiam dalam heningnya sang bayu yang sedang berlalu....
Kini ...waktu itu telah lama berlalu
aku berusaha mencari dirimu hingga kini
namun...kau tiada jawab juga
dimana kah kini ...kau berada...?
Waktu terus berlalu melayang pergi
berkejaran dengan sang Surya yang menyinari hatiku
mengharapmu untuk meraih asa yang pernah terbit
bersama sang Pelangi yang tersenyum indah padamu
Mengapa kita pernah berjumpa di saat yang sekejap
namun ...membawa kidung yang menyejukkan kalbu
senandung ombak di laut Parangtritis masih jelas kudengar
saat kau memanggil namaku dalam tawa candamu yang ceria
Mentari pantai Parangtriris .....telah terbenam saat kupeluk mesra bahumu
saat kusandarkan angan dan khayalku di lembut jemarimu
untuk kita bisa bersama dalam suka dan duka
untuk kita bangun bersama rasa bahagia yang ada di hati melatimu
Namun...rencana telah usai berlari
setelah kita wisuda bersama...kau tak lagi nampak di pelupuk hatiku
kau pergi tanpa setahu sang Pelangi yang tertunduk luruh
bercanda dengan hati melatimu yang tersentuh lirih
Mengapa kau pergi tanpa kata dalam kerinduanku
mengapa kau tinggalkan diriku tanpa bisa menjawabmu
aku tak tahu...
apa yang kau cari dari diriku .....yang mendambamu....
hatiku telah kau buai sehingga terlena dalam pasung
jiwaku telah kau gadaikan dalam angan dan khayal yang tak bertepi
bayang mimpimu terus menggoda perjalanan hidupku
kemana ku harus melangkah lagi tanpa dirimu di sisiku....
Kusadar...
kau bukanlah bunga melati harapanku
bunga yang harum dan semerbak mewangi untuk ku
namun...dirimu ada ....untuk sang Pelangi lain yang lebih tegar dari ku...
yang lebih mengerti dan memahami dirimu yang dilanda kasmaran padanya
tanpa pesan jawab dariku yang tersampirkan...hingga kini...
Sudah...sudahlah ...
hati ini kini telah kembali pulang ke langit yang membiru
memancarkan kembali kemilau sang Pelangi sejuta warna
yang akan terus menampakkan kemilaunya di antara awan dan angin yang berhembus...
menyegarkan rerumputan hijau yang mengharap rintik hujan segera mengguyur dirinya....
yang lama terabaikan dalam kesejukan nuansa alam ....
bersenandung riang kembali bersama sebait puisi di pagi nan ceria
di bawah lambaian kemilau sang Pelangi yang tersenyum indah kembali....
kau terpana dan memandangku dengan ceria
menatapku dalam pandang yang bersemangat
penuh optimistis mengajakku untuk bersahabat
kau raih jabat tangan eratku yang santun
kusebutkan namaku...kau pun begitu
saat itu... aku tertarik pada binar bola matamu yang cantik
juga pribadimu ....yang lincah dan pintar
Saat di kampus biru yang lalu
saat di teras Balairung...kau tampak sendirian membaca buku
aku pun demikian ...asyik membaca buku untuk ujian semesteran
kau dan aku saling berpandang mata tanpa jawab
terdiam dalam heningnya sang bayu yang sedang berlalu....
Kini ...waktu itu telah lama berlalu
aku berusaha mencari dirimu hingga kini
namun...kau tiada jawab juga
dimana kah kini ...kau berada...?
Waktu terus berlalu melayang pergi
berkejaran dengan sang Surya yang menyinari hatiku
mengharapmu untuk meraih asa yang pernah terbit
bersama sang Pelangi yang tersenyum indah padamu
Mengapa kita pernah berjumpa di saat yang sekejap
namun ...membawa kidung yang menyejukkan kalbu
senandung ombak di laut Parangtritis masih jelas kudengar
saat kau memanggil namaku dalam tawa candamu yang ceria
Mentari pantai Parangtriris .....telah terbenam saat kupeluk mesra bahumu
saat kusandarkan angan dan khayalku di lembut jemarimu
untuk kita bisa bersama dalam suka dan duka
untuk kita bangun bersama rasa bahagia yang ada di hati melatimu
Namun...rencana telah usai berlari
setelah kita wisuda bersama...kau tak lagi nampak di pelupuk hatiku
kau pergi tanpa setahu sang Pelangi yang tertunduk luruh
bercanda dengan hati melatimu yang tersentuh lirih
Mengapa kau pergi tanpa kata dalam kerinduanku
mengapa kau tinggalkan diriku tanpa bisa menjawabmu
aku tak tahu...
apa yang kau cari dari diriku .....yang mendambamu....
hatiku telah kau buai sehingga terlena dalam pasung
jiwaku telah kau gadaikan dalam angan dan khayal yang tak bertepi
bayang mimpimu terus menggoda perjalanan hidupku
kemana ku harus melangkah lagi tanpa dirimu di sisiku....
Kusadar...
kau bukanlah bunga melati harapanku
bunga yang harum dan semerbak mewangi untuk ku
namun...dirimu ada ....untuk sang Pelangi lain yang lebih tegar dari ku...
yang lebih mengerti dan memahami dirimu yang dilanda kasmaran padanya
tanpa pesan jawab dariku yang tersampirkan...hingga kini...
Sudah...sudahlah ...
hati ini kini telah kembali pulang ke langit yang membiru
memancarkan kembali kemilau sang Pelangi sejuta warna
yang akan terus menampakkan kemilaunya di antara awan dan angin yang berhembus...
menyegarkan rerumputan hijau yang mengharap rintik hujan segera mengguyur dirinya....
yang lama terabaikan dalam kesejukan nuansa alam ....
bersenandung riang kembali bersama sebait puisi di pagi nan ceria
di bawah lambaian kemilau sang Pelangi yang tersenyum indah kembali....
Waktu
Waktu terus merangkak perlahan namun pasti
melangkah ke depan dengan rasa optimis
tak ada penghalang untuk menghentikannya
meski sang bayu berteriak untuk berhenti sementara waktu
Waktu adalah perputaran hati
yang selalu ingin berubah dan terus berubah
tanpa rasa statis lagi
tanpa rasa lelah dan letih lagi...
Waktu terus berlarian saling mengejar
menggapai asa yang tak pernah pupus dalam angan
merengkuh rasa bahagia dalam nuansa keinginan
yang selalu ada di hati indahku ini
Waktu terus tersenyum padaku
untuk menyambut kehadiranmu di hatiku
yang selaku kusediakan di sisi relung hatiku
yang menantimu dengan penuh keceriaan...
Waktu memanggil lembut namaku
saat ku terlena dalam bayang indah mimpiku
saat ku bersamamu dalam rasa bahagia
yang bersenandung kerinduan dalam nada optimisku
Waktu akhirnya akan terhenti sendiri
saat ku merasa tiada lagi dirimu
saat ku merasa tiada lagi rasa sakit di hati
saat ku merasa melayang pergi ...entah kemana
tanpamu di sisiku...
melangkah ke depan dengan rasa optimis
tak ada penghalang untuk menghentikannya
meski sang bayu berteriak untuk berhenti sementara waktu
Waktu adalah perputaran hati
yang selalu ingin berubah dan terus berubah
tanpa rasa statis lagi
tanpa rasa lelah dan letih lagi...
Waktu terus berlarian saling mengejar
menggapai asa yang tak pernah pupus dalam angan
merengkuh rasa bahagia dalam nuansa keinginan
yang selalu ada di hati indahku ini
Waktu terus tersenyum padaku
untuk menyambut kehadiranmu di hatiku
yang selaku kusediakan di sisi relung hatiku
yang menantimu dengan penuh keceriaan...
Waktu memanggil lembut namaku
saat ku terlena dalam bayang indah mimpiku
saat ku bersamamu dalam rasa bahagia
yang bersenandung kerinduan dalam nada optimisku
Waktu akhirnya akan terhenti sendiri
saat ku merasa tiada lagi dirimu
saat ku merasa tiada lagi rasa sakit di hati
saat ku merasa melayang pergi ...entah kemana
tanpamu di sisiku...




